Skip to main content

Posts

Showing posts with the label BunsayIIP

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 10

Alhamdulillah sampailah di hari ke 10 saya menulis memahami gaya anak belajar. Berkat menulis, saya jadi bisa membuat seperti milestone perjalanan anak saya secara singkat. Semakin saya mengamati dengan baik, semakin saya benar-benar menghargai arti sebuah proses. Tapi ya begitulah yang dirasakan setiap menulis untuk tantangan di kelas bunda sayang. Anak dibawah 2th memang sangat perlu untuk selalu distimulus kemampuannya. Motorik kasar maupun halus, belajar secara audio, visual, maupun kinestetik. Saya pun masih berusaha untuk menyeimbangkan dalam pola belajarnya. Dalam 2 hari ini (22-23/09) saya tidak banyak mengkhususkan akan fokus kemana untuk proses belajar Arsyad. Kegiatan kami 2 hari ini akan banyak di tempat umum karena harus bertemu dengan kerabat. Pergi hanya berdua dengan Arsyad sudah menjadi rutinitas yang cukup sering dan menyenangkan walaupun menguras tenaga. Seperti biasa, jika kami bepergian Arsyad akan selalu diberi info terlebih dahulu. Selama perjalanan di mobil sa...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 9

Kami berdua (suami dan saya) sepakat untuk tidak menspesialkan hari ulangtahun. Bertambahnya umur anak hanya sebagai point / tolak ukur anak bisa apa atau harus seperti apa. Atau sebagai penanda "oh, harus vaksin a, b, c" dan sebagainya. Maka, menuju Arsyad berumur 2th kami ingin dia mulai belajar hal baru. Menstimulus lagi kemampuan yang lain. Libur 1 hari kali ini kami sengaja mengajak Arsyad ke toko perlengkapan bayi&anak di Jakarta Barat untuk membeli sepeda anak. Hari ini (21/09) saya belajar banyak hal melihat bagaimana setelah mendapatkan sepeda yang selama ini diharapkan Arsyad. Apa yang terlihat mudah bagi kita orang tua, belum tentu mudah untuk anak. Banyak hal yang bisa kita contoh dari anak termasuk betapa anak selalu mencoba tanpa menyerah akan hal yang dia inginkan. Sepeda yang kami pilihkan untuk Arsyad adalah balance bike / kick bike. Bukan karena sepeda ini sedang hitz, tapi karena manfaat yang didapat akan banyak sekali. Melatih keseimbangan, melatih p...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 7

Tinggal di negara dengan mayoritas Islam membuat anak lebih terbiasa dengan kebiasaan yang sedikit banyak terpengaruh dengan kondisi lingkungan yang ada. Banyaknya masjid, seringnya mendengar adzan membuat anak menjadi tidak asing dengan hal tersebut. Seringnya mendengar adzan membuat Arsyad sudah sangat familiar dengan suaranya. Walaupun belum bisa membedakan mana adzan, mana surat pendek, dst. Setiap mendengar suara dengan bahasa arab, Arsyad langsung dengan sigap berkumandang "Allahu Akbar Allahu Akbar" dengan gaya bicaranya yang masih belajar. Mungkin karena juga terbiasa mendengarkan kalimat Allahu Akbar saat sholat maupun saat berjamaah di masjid. Terutama lagi saat hari lebaran, takbir selalu terucap. Betapa lingkungan sekitar pun tanpa kita minta sudah mengajarkan dan menstimulus kemampuan anak melalui audio/suara. Sejak kecil Arsyad kami biasakan untuk mengenal benda-benda yang ada disekitarnya. Apa yang biasa dia lihat selalu kami verbalkan namanya. Karena kami i...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 6

Hari ini (18/09) rumah kami sedang diperbaiki lantai yang rusak dari beberapa hari lalu. Kegiatan Arsyad pun tak banyak karena kami banyak menghabiskan waktu di rumah. Saat bongkaran lantai dimulai, kami meminta Arsyad untuk bermain di luar rumah dahulu. Karena kondisi rumah yang kecil dan semuanya penuh debu. Bermain pesawat dorong selalu menjadi favorit Arsyad untuk menghabiskan tenaga di depan rumah.  Modalitas kinestetik dan audionya hari ini sedang sangat dilatih. Berkegiatan di luar dan bermain bersama teman-temannya memberikan kesempatan Arsyad untuk berekplorasi dengan apa yang dia suka. Mengambil batu bekas bongkaran lantai dan memindahkana dari satu tempat ke tempat lain saya anggap sebagai lathan sensory kesukaannya. Interaksi bersama temannya pun juga melatih Arsyad untuk bersikap dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. Berebut dan saling menangis sudah hal yang wajar. Tapi ada kalanya mereka saling berbagi. Saling melatih mengekpresikan apa yang diinginkan. Saya...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 5

Hari ke 5 (17/09) Arsyad mulai terlihat lebih cepat menangkap aturan/perintah (modalitas audio) dengan cepat. Tetap dengan intonasi yang menyenangkan dan tidak seperti hanya memerintah saja, Arsyad lebih mau untuk mengikuti petunjuk yang diberikan daripada hari-hari sebelumnya. Berawal dari setiap hari saya mulai memutarkan mp3 dogeng mengenai gigi sehat, memaksimalkan murotal quran, dan bernyanyi. Efek yang ada melatih Arsyad untuk mendengarkan dengan lebih baik apa yang dia dengar.  Saya jadi mulai memahami, karena itulah orang-orng yang berkebutuhan khusus (tuna rungu, tuna netra, dll) pasti memiliki keunggulan lebih pada panca inderanya yang lain. Lebih sensitif, pemanfaatan semaksimal mungkin. Ah, bersyukur kami sekeluarga masih diberi kesehatan fisik maupun psikis.  Modalitas kinestetik, saya mulai melatihnya untuk membawa piring makannya sendiri yang sudah diisi. Akhir-akhir ini seringkali Arsyad tidak sabaran untuk segera makan. Kalau saya sudah terlihat memba...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 4

Jikalau Ibu Arsyad belum bisa konsisten untuk menuliskan 'report' harian, tandanya kegiatan hari itu padat dan menguras tenaga. Hehehe... Hari ke 4 dalam memahami gaya belajar Arsyad, saya memilih hari Jumat lalu. Saat Arsyad mengalami banyak hal dihari itu.  Hari ini (15/09) Arsyad belajar berbagi dari sejak pagi sampai siang. Ya, ada teman bermainnya yang kebetulan bermain di rumah kami karena rumahnya diperbaiki. Karena temannya ini juga suka dibacakan buku, maka saya mengajak Arsyad dan temannya untuk membaca buku di kamar. Saya ingin memaksimalkan modalitas audiotory dan visual Arsyad saat sedang berada di dalam rumah. Ternyata anak saya betah berlama-lama untuk mendengarkan saya membacakan buku cerita. Mungkin diperkuat dengan adanya gambar yang memperjelas cerita yang saya bacakan. Arsyad terbiasa membaca buku jika saya sedang sibuk melakukan hal lain. Buku yang pali ia gemari adalah tentang Kereta Api. Buka buku dan menunjuk-nunjuk sambil berkata "kereta"...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 3

Hari ke 3 saat menjalani proses membersamai anak untuk melihat kecenderungan apa untuk cara belajarnya saya banyak sekali memakai bantuan visual. Baru saja saya membeli beberapa buku dan flash card saat ada Indonesia International Book Fair dan belum sempat dimanfaatkan. Sengaja saya hanya membeli yang memang sangat butuh untuk proses bermainnya Arsyad. Beberapa diantaranya buku yang memperlihatkan bagaimana cara menggosok gigi, bagaimana pup di kamar mandi, bagaimana adab makan yang baik dan flash card yang saya takjub isinya ternyata oke. Saat jam makan siang, saya sengaja membuka buku tentang adab makan. Jujur, Arsyad saat ini kalo makan dan duduk hanya bisa bertahan beberapa menit. Sisanya dia akan kesana kemari sambil bermain mobil-mobilannya. Saat jam makan, sambil makan saya coba menunjukan isi buku tentang adab makan. Dari situlah saya mulai bercerita bagaimana makan yang baik itu. Alhamdulillah sukses. Kalo pun Arsyad diajak berdiskusi, dia akan tau jawabannya. Tapi entah ...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 2

Hari ke 2 untuk memahami lebih lanjut gaya belajar Arsyad, saya mencoba untuk seharian kemaren membebaskan dia akan bermain apa. Ingin rasanya mengekplore stimulus yang bisa Arsyad dapatkan. Bernyanyi tetap kami lanjutkan, bahkan sekarang sudah ada kemajuan menyanyikan cicak di dinding.  Kegiatan hari ke 2 memang terlihat lebih banyak melakukan gerakan karena Arsyad bermain bersama teman sebayanya di luar rumah.Terlihat kadang Arsyad menjadi leader saat bermain, terkadang dia juga menjadi follower mengikuti temannya kesana kemari. Tetapi masih sangat sulit untuk Arsyad mengikuti gerakan yang dia lihat di youtube. Seperti lagu anak saat bertepuk tangan, lompat, menghentakan kaki. Arsyad masih belum bisa langsung mengikuti. Dia harus mengamati terlebih dahulu apa yang dia lihat di layar. Mungkin stimmulus untuk gerakannya saat ada 'perintah' akan saya stimulus dengan lagu Kepala, Pundak, Lutut, Kaki. Karena saat menyanyikannya pasti harus diikuti dengan gerakan. Positifn...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 1

Alhamdulillah saya bisa mulai menulis lagi. Fiuuh.... Setelah game level 3 tidak terselesaikan dengan baik akibat mondar-mandir Jakarta-Cilegon dan kami pun tumbang semua, alias sakit. Game level 4 kali ini bertema Memahami Gaya Belajar Anak. Sebelum paham benar dengan beberapa macam gaya belajar anak, perlu dimengerti terlebih dahulu yang menjadi tujuan dari anak-anak belajar, diantaranya : Meningkatkan rasa ingin tahu anak (Intellectual Curiosity) Meningkatkan daya kreasi dan imajinasinya (Creative Imagination) Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu (Art of Discovery and Invention) Meningkatkan akhlak mulia anak-anak (Noble Attitude) Saya pun akhirnya selalu menelaah lebih lanjut, apakah yang sedang dilakukan Arsyad berkegiatan mengandung (paling tidak) tujuan tersebut. Sebenarnya selama beberapa hari ini saya mulai mencari tahu bagaimana anak saya belajar. Hanya saja baru sempat menulis sekarang :) Setelah mengetahui dan memahami t...

Membantu Ayah - Day 6

Hari ini (19 Desember) adalah jadwal keberangkatan YangTi dan YangKung Cilegon untuk menunaikan ibadah haji. Family Project yang tadinya berenang bersama sepupu akhirnya sepakat kami rubah juga yaitu membantu Ayah untuk persiapan haji Eyang. Selain karena Arsyad masih dalam tahapan recovery dari demamnya, juga ternyata berkumpul bersama banyak keluarga itu sungguh memerlukan effort jauuuh lebih banyak daripada sekedar bermain bersama anak. Hehehe Tugas Ayah hari ini cukup padat karena kedua orang tuanya akan berhaji. Jadi Ibu dan Arsyad bertugas untuk membantu ayah dan memudahkan memennuhi keperluan yang dibutuhkan. Kami sangat berharap Arsyad cukup sehat untuk mengikuti jadwal kami hari ini. Pagi setelah solat subuh, Ibu dan Arsyad bertugas untuk menjemput para eyang di hotel karena Eyang Cilegon akan berangkat pada pukul 6 pagi dari rumah. Hal yang menjadi favorit saya saat ini adalah bepergian bersama Arsyad naik mobil. Saat kami sama-sama menjadi penumpang, bisa dipastikan Arsy...

Bedrest - Day 5

Family Project kali ini diluar dari rencana yang sudah disusun sedemikian rupa. Qodarullah Arsyad semenjak tadi malam (17 Agustus) demam sampai 39derajat. Makan malam cuma sanggup beberapa suap. Setelahnya mulai menunjukkan perilaku kurang menyenangkan terutama saat bertamu di rumah budhenya. Saya memutuskan langsung mengajaknya berbincang di kamar, menyusui, dan anaknya langsung tidur terlelap. Sempat terbangun dan suhu badannya sudah naik.  Pagi hari pun (18 Agustus), Arsyad masih demam tinggi. Padahal subuh ini Ayahnya harus ke Jakarta untuk bekerja. Tadinya sempat menanyakan "apa perlu ijin karena anak sakit?". Tapi saya menjawab, "gak usah. Disini juga udah ada eyang-eyangnya". Family project hari ini pun menyesuaikan dengan kondisi anak.Tugas utama Arsyad saat ini adalah minum air putih yang banyak, makan bila mood Arsyad sedang baik, dan istirahat yang cukup. Alhamdulillah, walaupun demam Arsyad masih kooperatif dalam melaksanakan kegiatan hariannya. Hari...

1 Hari 3 Kota - Day 4

Hari ini kami sekeluarga bersama eyang dari Jogja sudah berada di Bekasi. Berangkat tadi malam (malam Kamis). Jalanan yang padat merayap menjadi salah satu kondisi dimana yang membosankan harus dibuat menyenangkan. Belajar berhitung dan menyembutkan jenis-jenis kendaraan menjadi salah satu hiburan dan pembelajaran bagi kami semua. Bertamu di rumah sepupu saya dari keluarga Papi cukup membuat saya sedikit bingung dengan family project yang sedang berlangsung. Tapi, sekecil dan sesederhana apapun kegiatan yang dilakukan, bila kita selalu dapat mengambil makna dan hikmah yang ada maka akan menjadikan manfaat tersendiri. Bertamu menjadi salah satu media yang sangat efektif untuk anak seusia Arsyad belajar memahami bahwa ada tatanan sopan santun yang berlaku. Tidak bisa lalu seenaknya mengambil ini itu dan berbuat tanpa izin. Tugas Arsyad kali ini adalah, - Memahami bahwa jika bukan miliknya berarti harus meminta ijin. - Jika ingin menyusu, harus berada di kamar dan menunggu Ibu men...

Yayy.. Imunisasi MR - Day 3

Family Project Day 3, Datang ke Posyandu. Project hari ini sebenarnya membuat jus bersama eyang. Tapi karena buah belum disiapkan dan ada pengumuman mendadak bahwa hari ini ada program imunisasi MR di posyandu, maka kegiatan dialihkan menjadi kegiatan mengunjungi posyandu terdekat. Kegiatan yang dilakukan selama di posyandu adalah menimbang berat badan, pemberian vitamin A dan imunisasi MR yang diberikan gratis oleh pemerintah. Tugas Ayah adalah memberikan pengertian kepada Arsyad bahwa hari ini akan diadakan imunisasi, akan ada penimbangan berat badan. Tugas Ibu, memastikan bahwa Arsyad paham apa itu imunisasi, akan seperti apa saat nanti di imunisasi, dan mereview kembali imunisasi sebelumnya yang pernah dilakukan. Biasanya Arsyad mengingat dan tau akan disuntik. "Arsyad, nanti kita ke posyandu ya. Badannya ditimbang dl. Pake timbangan gantung. Berani ya." "Iya", sambil mengangguk. "Habis itu nanti diimunisasi ya. Disuntik. Arsyad kalo disuntik itu ...

Eyang Datang ! - Day 2

Hari ini eyang mami papi datang dari Jogja. Rumah masih cukup berantakan dan cucian juga masih menumpuk. Maka family project kali ini adalah persiapan menyambut eyang. Kegiatan pagi ini adalah Mencuci Baju Arsyad. Kegiatan kali ini mengenalkan pada Arsyad langkah-langkah dalam mencuci baju. Tugas Ayah : membimbing Arsyad dalam kegiatan mencuci. Tugas Arsyad : - memasukkan baju ke dalam mesin cuci. - membantu memasukan sabun. - memencet tombol mesin. Kegiatan ini memang menjadi salah satu kegiatan yang disenangi Arsyad. Terlebih saat memencet tombol. Ini juga menjadi latihan kesabaran untuk Arsyad karena harus sabar menunggu instruksi dari Ayah kapan harus memasukkan baju, sabun dan pada akhirnya memencet tombol. Menjemput Eyang di Bandara. Siang ini kegiatan Arsyad bersama Ibu adalah menjemput eyang mami dan papi di Bandara. Berkalik-kali mendapatkan kabar delayed dari Eyang cukup menguras tenaga Ibu 😂 Persiapan ke bandara kali ini Ibu meminta Arsyad untuk memili...

Family Forum - Day 1

Alhamdulillah sudah memasuki game level 3 untuk Kelas Bunda Sayang di IIP. Sungguh semakin hari game yang diberikan semakin membuat saya lebih semangat dan bingung. Ihihihi... Game kali ini mengenai Family Project , dimana kegiatan yang kita lakukan harus melibatkan anggota keluarga, mempunyai tugas masing-masing dan project yang dilakukan dapat "terukur". Paling penting dari Family Project ini adalah FUN . Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan family forum. Saya mencoba memberikan gambaran kepada suami mengenai tugas IIP kali ini. Tapi mungkin karena kondisi yang sedang kondusif, saya pun kurang komunikatif dalam menyampaikannya, berakibat apa yang saya sampaikan tidak "sampai maknanya" di suami. Oke. Saya coba lagi dikesempatan yang lain. Disaat semua sedang relaks. Alhamdulillah tadi pagi sukses juga family forum. Saat semua sudah selesai kegiatan pagi dan perut sudah terisi. Saya coba buka kembali 'obrolan' family project ini. Saya pun langsun...

Oh, Anakku

Nak, Ibu percaya bahwa proses tidak akan menghianati hasil. Ayah, Ibu, dan Kamu saat ini sedang berproses. Kita bersama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Ayah dan Ibu akan berusaha sebaik mungkin mendidikmu supaya menjadi pribadi yang lebih baik dari kami. Kemandirian menjadi hal yang harus selalu kita latih setiap saat. Saat ini, walaupun makanmu kadang masih disuap, masih berceceran, masih kesana kemari, tapi Ibu yakin nantinya kamu akan paham bagaimana adab makan yang baik. Nak, doa Ayah dan Ibu pasti selalu menyertai setiap langkahmu. Terima kasih, karena kehadiranmu membuat kami jadi semakin belajar untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi ❤

Perjuangan Melatih Kemandirian Anak

Alhamdulillah saya bisa menuliskan kisah tentang melatih kemandirian anak (termasuk saya yang juga belajar) selama 10hari ini. Kelas Bunda Sayang dari IIP ini memang luar biasa selalu memberikan games sebagai pengingat dalam membersamai buah hati. Games yang memang dalam melakukan pengumpulannya perlu trik supaya bisa istiqomah dalam mengumpulkan tugasnya. Walaupun setiap harinya selalu ada bagian "melatih anak untuk lebih mandiri", tetapi menag beda rasanya jika apa yang kita lakukan harus ditulis atau di foto dan diberikan narasi. Sungguh, melatih kemandirian anak ini memang butuh perjuangan, kesabaran, niat setulus hati, dan kerjasama yang baik dengan pasangan maupun anak. Terutama dari pasangan sih, a.k.a bapak suami. Tanpa beliau sudah bisa dipastikan apa yang saya rancang pasti tidak bisa sepenuhnya sukses :)) Di hari ke sepuluh ini, Arsyad sepertinya sedang benar-benar dilatih untuk mandiri secara emosional. Siang ini dia bermain bersama teman-teman sebayanya. Disini...

Emosi Anak Penting untuk Dilatih

Tadi pagi di group IIP Bunsay 2 Jakarta 1, salah satu fasilitator memberikan cemilan pagi tentang Mendidik Kemandirian Emosi. Ah, disini saya jadi diingatkan lagi bahwa tidak hanya berupa "fisik" saja yang perlu dilatih kemandiriannya, tapi emosi pun perlu dilatih. Bukan hanya untuk anak-anak saja tapi juga untuk orang dewasa. Tidak terasa saya sudah menulis 8 postingan cerita tentang "melatih kemandirian anak". Memang semuanya belum ditahap sukses besar dan berhasil, lalu ya sudah. Tapi semua masih dalam tahapan proses. Proses menuju kemandirian yang menjadi bekal untuk anak saya nanti. Terutama mandiri untuk makan sendiri dan toilet training. Kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai kemandirian emosi. Sesungguhnya punya anak itu bukan hanya anaknya yang belajar, tapi orang tuanya pun juga belajar banyak setiap hari. Disaat kita tidak ingin anak terlalu emosi, maka dari orangtua nya pun harus memberikan contoh bagaimana bisa mengatur emosinya dengan baik....

Toilet Training: Pasti Bisa!

Toilet Training? PASTI BISA! BISMILLAAH.. Sebelum anak yang memulainya, terlebih dahulu orangtuanya yang harus berkomitmen. Terutama saya sebagai Ibunya. Kenapa? Ya karena kami semua sama-sama belajar dan berusaha. Apa yang harus dipersiapkan? Menurut pemahaman saya, ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Mental Ibunya. 2. Kesiapan dasar anak. 3. Kesiapan alat pendukung toilet training. 4. Paling penting: KESABARAN dan TELATEN. hahahahaha.... Mental Ibu. Ibu harus siap lahir batin sepertinya. Saya banyak baca artikel baik secara teorinya ataupun pengalaman-pengalaman dari buibu yang menceritakan pengalaman toilet training anaknya. Semakin baca, semakin bikin dag dig dug hahahaha Kesiapan dasar anak. Nah, ini nih yang persiapannya luar biasa butuh kesabaran ya. Disini pulalah anak belajar untuk lebih mandiri dari sebelumnya. Selain sebisa mungkin orang tua sudah sounding setiap saat "Kalo mau pipis di kamar mandi ya. Celananya dicopot dulu. Nanti kalo pipis jo...

Siapkah Toilet Training?

Salah satu bentuk kemandirian anak yang segera ingin saya coba terapkan adalah anak bisa sedini mungkin lepas dari ketergantungan popok sekali pakai. Beberapa waktu lalu saat libur lebaran, banyak sodara yang menanyakan berapa umur anak saya. Saat saya jawab hampir mau 2th, banyak yang sudah menyarankan untuk segera "ditatur". Ditatur adalah semacam sudah dibiasakan untuk buang air kecil di kamar mandi pada waktu-waktu tertentu (menyesuaikan kebiasaan anak). Mungkin ada ibu yang bisa hafal jam anaknya ketika ingin BAK (buang air kecil). Saya termasuk yang TIDAK TAHU jadwal anak untuk bak :( Akibat dari ingin seminimal mungkin kerepotan dengan hal-hal sepele dan memutuskan untuk setiap saat menggunakan pospak, berakibat saya sendiri bingung dengan tanda-tanda saat anak ingin bak. Percobaan awal ini saya mulai dengan selalu sounding ke Arsyad, "Nak, kalo mau pipis. Ada yang mau keluar dari sini (sambil nunjuk alat kelaminnya), Arsyad bilang ya PIPIS. Terus kita nanti l...