Skip to main content

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 6

Hari ini (18/09) rumah kami sedang diperbaiki lantai yang rusak dari beberapa hari lalu. Kegiatan Arsyad pun tak banyak karena kami banyak menghabiskan waktu di rumah. Saat bongkaran lantai dimulai, kami meminta Arsyad untuk bermain di luar rumah dahulu. Karena kondisi rumah yang kecil dan semuanya penuh debu. Bermain pesawat dorong selalu menjadi favorit Arsyad untuk menghabiskan tenaga di depan rumah. 

Modalitas kinestetik dan audionya hari ini sedang sangat dilatih. Berkegiatan di luar dan bermain bersama teman-temannya memberikan kesempatan Arsyad untuk berekplorasi dengan apa yang dia suka. Mengambil batu bekas bongkaran lantai dan memindahkana dari satu tempat ke tempat lain saya anggap sebagai lathan sensory kesukaannya. Interaksi bersama temannya pun juga melatih Arsyad untuk bersikap dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. Berebut dan saling menangis sudah hal yang wajar. Tapi ada kalanya mereka saling berbagi. Saling melatih mengekpresikan apa yang diinginkan. Saya hanya mengawasi dari kejauhan.

#Day6
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...