Skip to main content

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country


Presentasi ke-5
Kelompok 4

Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak. 

Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat :

·       Sex role model anak menjadi kacau

·       Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya.

·       Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan.


Peran Ayah dalam keluarga,

1.       A man of mission and vision

2.       Pensuplai Ego

3.       Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas

4.       Pensuplai Maskulinitas

5.       Sang raja tega

6.       Penanggung jawab pendidikan

7.       Konsultan pendidikan

Peranan seorang ayah terhadap anak laki-laki dan perempuan juga memiliki perbedaan. Dampak yang timbul apabila kurangnya peran Ayah dalam pengasuhan pun juga berbeda antara anak perempuan dan laki-laki.

Ibu mempunyai peran penting juga supaya Ayah dapat terlibat dalam pengasuhan anak. Sadari juga bahwa :

·       Parenting tidak hanya ‘melulu’ mengenai anak, tapi justru orang tua menjadi tolak ukurnya.

·       Perlunya punya visi misi keluarga yang disepakati, tertulis dan direview secara regular.

·       Perbaiki komunikasi suami dan istri terlebih dahulu.

·       Pahami kebutuhan dasar emosi pasangan.


Tips supaya Ayah terlibat dalam pengasuhan :

·       Go first. Berubah itu mengubah

·       Detektif kebaikan : syukuri dan berdayakan yang ada

·       Acknowlegement : Terima yang sedikit darinya

·       Pujian yang tulus

·       Komunikasi asertif berdasarkan data

·       Berbagi tentang keindahan dan kebaikan pengasuhan yang terjadi

·       Konsisten dan sabra dalam berproses

Daftar Pustaka
Santosa, Harry. 2016. Fitrah Based Education. Bekasi. Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
The Secret of Enlightening Parenting (Okina Fitriani dkk)
A Parent’s Diary : Anakku Tamu Istimewa (Gita Djambek & Juliana Dewi dkk)
Enlightening Parenting Workbook


#IbuProfesional
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas


Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Fitrah Seksualitas : Peran Ayah Penting!

Peran Ayah Penting! Akibat saya selalu 24jam bersama anak terus, maka kehadiran sosok Ayah sangat dibutuhkan. Terutama anak saya pertama laki-laki. Khawatir jelas saat anak harus selalu melihat Ibunya berdandan sebelum pergi. Selalu bertanya, "ini apa?" "itu apa?" "Arsyad mau Ibu". Kalimat ini sering muncul dikala saya sedang berdandan. Kalo ada Ayahnya bisa ada pengalihan isu dengan cepat seperti ayahnya mengajak berkegiatan dulu disaat menunggu Ibu berdandan. Tapi jika tidak ada Ayahnya, ini yang saya takutkan. Karena itulah saya juga tidak pernah berdandan terlalu lama. Biasanya 5 menit juga sudah selesai karena hanya pakai pelembab, bedak, lipstik.  Peran Ayah Penting! Terutama jika Ayah aktif bekerja di luar rumah dan jarang bertatap muka dengan anak. Apalagi jika orang tua dalam keadaan LDR (seperti keadaan saya saat ini karena sedang menunggu munculnya gelombang cinta dari anak ke 2, insyaAllah). Karena itulah, disaat Ayahnya sedang ada did...