Skip to main content

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 8

Hari yang lumayan menegangkan (21/09). Rumah tetangga kontrakan saya yang kebetulan sedang bekerja, tiba-tiba terasnya yang ada beberapa tumpuk buku terbakar. Saya kira memang ada yang sengaja membakar sesuatu karena bau asapnya cukup mengganggu. Sampai saya berinisiatif memasukkan jemuran saya ke dalam rumah. Arsyad mungkin merasakan hal yang sama, menyebabkan ia berkali-kali menuju teras. Saya pun keluar lagi untuk memperingatkan, sampai baunya sangat mengganggu. Saya tengok dan api sudah menyala cukup besar. Reflek saya berteriak "kebakaraaann". Tetangga yang ada di rumah langsung keluar semua dan kami berusaha memadamkan apinya. Alhamdulillah, Allah masih melindungi kami semua.

Lalu Arsyad? Alhamdulillah saat kejadian dan Ibunya super heboh paniknya, dia tetap tenang dan melihat apa yang saya lakukan tanpa keluar dari teras rumah. Ah, bersyukur semua baik-baik saja dan Arsyad sangat membantu saat kejadian 😊

Hari itu kegiatan saya dan Arsyad juga cukup sederhana. Kami bermain puzzle. Visual Arsyad benar-benar dilatih. Konsetrasi dan koordinasi antara mata dan tangannya pun dilatih. Karena memasang puzzle butuh effort leboh untuk anak usia 23bulan. Saya masih menanti seberapa besar efeknya bila Arsyad setiap hari bermain puzzle yang teridiri dari 20pcs ini. Apakah akan menjadi mudah atau tetap terlihat sulit seperti saat pertama memainkannya.

#Day8
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...