Skip to main content

Posts

Showing posts with the label parenting

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 2

Hari ke 2 untuk memahami lebih lanjut gaya belajar Arsyad, saya mencoba untuk seharian kemaren membebaskan dia akan bermain apa. Ingin rasanya mengekplore stimulus yang bisa Arsyad dapatkan. Bernyanyi tetap kami lanjutkan, bahkan sekarang sudah ada kemajuan menyanyikan cicak di dinding.  Kegiatan hari ke 2 memang terlihat lebih banyak melakukan gerakan karena Arsyad bermain bersama teman sebayanya di luar rumah.Terlihat kadang Arsyad menjadi leader saat bermain, terkadang dia juga menjadi follower mengikuti temannya kesana kemari. Tetapi masih sangat sulit untuk Arsyad mengikuti gerakan yang dia lihat di youtube. Seperti lagu anak saat bertepuk tangan, lompat, menghentakan kaki. Arsyad masih belum bisa langsung mengikuti. Dia harus mengamati terlebih dahulu apa yang dia lihat di layar. Mungkin stimmulus untuk gerakannya saat ada 'perintah' akan saya stimulus dengan lagu Kepala, Pundak, Lutut, Kaki. Karena saat menyanyikannya pasti harus diikuti dengan gerakan. Positifn...

Memahami Gaya Belajar Anak - Day 1

Alhamdulillah saya bisa mulai menulis lagi. Fiuuh.... Setelah game level 3 tidak terselesaikan dengan baik akibat mondar-mandir Jakarta-Cilegon dan kami pun tumbang semua, alias sakit. Game level 4 kali ini bertema Memahami Gaya Belajar Anak. Sebelum paham benar dengan beberapa macam gaya belajar anak, perlu dimengerti terlebih dahulu yang menjadi tujuan dari anak-anak belajar, diantaranya : Meningkatkan rasa ingin tahu anak (Intellectual Curiosity) Meningkatkan daya kreasi dan imajinasinya (Creative Imagination) Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu (Art of Discovery and Invention) Meningkatkan akhlak mulia anak-anak (Noble Attitude) Saya pun akhirnya selalu menelaah lebih lanjut, apakah yang sedang dilakukan Arsyad berkegiatan mengandung (paling tidak) tujuan tersebut. Sebenarnya selama beberapa hari ini saya mulai mencari tahu bagaimana anak saya belajar. Hanya saja baru sempat menulis sekarang :) Setelah mengetahui dan memahami t...

Perjuangan Melatih Kemandirian Anak

Alhamdulillah saya bisa menuliskan kisah tentang melatih kemandirian anak (termasuk saya yang juga belajar) selama 10hari ini. Kelas Bunda Sayang dari IIP ini memang luar biasa selalu memberikan games sebagai pengingat dalam membersamai buah hati. Games yang memang dalam melakukan pengumpulannya perlu trik supaya bisa istiqomah dalam mengumpulkan tugasnya. Walaupun setiap harinya selalu ada bagian "melatih anak untuk lebih mandiri", tetapi menag beda rasanya jika apa yang kita lakukan harus ditulis atau di foto dan diberikan narasi. Sungguh, melatih kemandirian anak ini memang butuh perjuangan, kesabaran, niat setulus hati, dan kerjasama yang baik dengan pasangan maupun anak. Terutama dari pasangan sih, a.k.a bapak suami. Tanpa beliau sudah bisa dipastikan apa yang saya rancang pasti tidak bisa sepenuhnya sukses :)) Di hari ke sepuluh ini, Arsyad sepertinya sedang benar-benar dilatih untuk mandiri secara emosional. Siang ini dia bermain bersama teman-teman sebayanya. Disini...

Toilet Training: Pasti Bisa!

Toilet Training? PASTI BISA! BISMILLAAH.. Sebelum anak yang memulainya, terlebih dahulu orangtuanya yang harus berkomitmen. Terutama saya sebagai Ibunya. Kenapa? Ya karena kami semua sama-sama belajar dan berusaha. Apa yang harus dipersiapkan? Menurut pemahaman saya, ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Mental Ibunya. 2. Kesiapan dasar anak. 3. Kesiapan alat pendukung toilet training. 4. Paling penting: KESABARAN dan TELATEN. hahahahaha.... Mental Ibu. Ibu harus siap lahir batin sepertinya. Saya banyak baca artikel baik secara teorinya ataupun pengalaman-pengalaman dari buibu yang menceritakan pengalaman toilet training anaknya. Semakin baca, semakin bikin dag dig dug hahahaha Kesiapan dasar anak. Nah, ini nih yang persiapannya luar biasa butuh kesabaran ya. Disini pulalah anak belajar untuk lebih mandiri dari sebelumnya. Selain sebisa mungkin orang tua sudah sounding setiap saat "Kalo mau pipis di kamar mandi ya. Celananya dicopot dulu. Nanti kalo pipis jo...

Siapkah Toilet Training?

Salah satu bentuk kemandirian anak yang segera ingin saya coba terapkan adalah anak bisa sedini mungkin lepas dari ketergantungan popok sekali pakai. Beberapa waktu lalu saat libur lebaran, banyak sodara yang menanyakan berapa umur anak saya. Saat saya jawab hampir mau 2th, banyak yang sudah menyarankan untuk segera "ditatur". Ditatur adalah semacam sudah dibiasakan untuk buang air kecil di kamar mandi pada waktu-waktu tertentu (menyesuaikan kebiasaan anak). Mungkin ada ibu yang bisa hafal jam anaknya ketika ingin BAK (buang air kecil). Saya termasuk yang TIDAK TAHU jadwal anak untuk bak :( Akibat dari ingin seminimal mungkin kerepotan dengan hal-hal sepele dan memutuskan untuk setiap saat menggunakan pospak, berakibat saya sendiri bingung dengan tanda-tanda saat anak ingin bak. Percobaan awal ini saya mulai dengan selalu sounding ke Arsyad, "Nak, kalo mau pipis. Ada yang mau keluar dari sini (sambil nunjuk alat kelaminnya), Arsyad bilang ya PIPIS. Terus kita nanti l...

Weekend, Family Time

Weekend adalah saat yang menyenangkan. Saat seluruh anggota keluarga dapat berkumpul bersama. Tapi entah sejak beberapa waktu ini weekend kami selalu penuh kegiatan ini itu. Bolak balik Cilegon-Jakarta karena kami sedang mencoba beradaptasi dengan lingkungan Cilegon. Kalopun di Jakarta, kami biasanya bersih-bersih rumah bersama dan tiduran sepanjang hari, cuddling. Weekend kali ini, saya dan suami ingin mencoba "rapat bisnis" di restoran karena ingin ganti suasana. Karena biasanya kami berdiskusi bisnis kecil-kecilan yang sedang dirintis hanya di rumah saat anak sudah tidur terlelap. Saya berfikir sekiranya dimana kami bisa lama berbincang setelah makan siang tanpa harus 'terusir' hahahaha... Saya ingat bahwa ada 1 mall di Jakarta yang cukup sepi tapi tempatnya fancy, Kuningan City. Pertimbangan saya adalah lokasi yang cukup dekat dari tempat tinggal kami, mall yang cukup besar tetapi jarang pengunjung ini menjadi pilihan juga supaya anak bisa bebas lari-lari dan ka...

Belajar dari Melihat

Hari ini saya mau sedikit bercerita tentang kemandirian Arsyad selain yang saat ini masih saya latih terus menerus. Karena untuk melatih makan sendiri memang membutuhkan waktu yang selalu rutin terus menerus. Hal lain yang membuat suami dan saya takjub tentang kemandirian arsyad adalah bagaimana anak kami selalu membantu untuk hal-hal yang bahkan tidak kami pikirkan sekalipun. Entah sejak kapan, saya mulai sedikit terganggu dengan tetesan air AC yang memang tidak langsung masuk di pembuangan air. Akhirnya saya iseng meletakkan botol besar dan memasukkan selang pembuangan AC kedalamnya. Memang sedikit menambah pekerjaan tidak penting saya yaitu harus rajin membuang air buangan di botol langsung ke dalam pembuangan air. Memang sedikit menjadi repot dan kalo lupa ya sama saja. Allah memang Maha Baik kepada hambaNya ;) Entah berapa kali Arsyad melihat apa yang saya lakukan, membuatnya selalu punya inisiatif sendiri setiap pagi untuk membuang air yang ada di dalam botol besar. Kuat...

Trip Makan Siang di Hari Jumat

Saat Ibu bosan dan ingin makan berbeda, akhirnya memutuskan untuk makan siang di restoran cepat saji. Niat semakin kuat karena ada special diskon hari Jumat. Sesekali tidak apalah anak saya makan fast food. Demi menjaga kewaran Ibu sih lebih tepatnya ;) Pagi hari sudah saya niatkan sebisa mungkin anak tidur cepat supaya saat makan siang sudah bangun dan bisa segera berangkat menuju lokasi. Kami saat ini tinggal di tempat yang cukup strategis. Strategis macetnya sih iya hahahaha.... Mampang Prapatan. Dari rumah, Mampang 4 menuju ke supermarket Giant (sebrang pasar Mampang Prapatan) ada restoran cepat saji. Saya pun segera sounding ke anak, "Arsyad mau naik bajai? Yuk nanti kita naik bajai. Tapi berangkatnya jalan kaki dulu ya. Setelah makan baru pulangnya kita InsyaAllah naik bajai. Semoga rejeki Arsyad ya hari ini bisa naik bajai." FYI, anak saya itu kalo liat bajai heboh banget. Belum pernah naik tapi di salah satu buku bacaannya ada gambar bajai. Kalo kebetulan pas naik...

Tantangan Melatih Anak

Sungguh, niat yang baik dan ada yang selalu mengingatkan adalah salah satu booster supaya kita tetap istiqomah dengan apa yang kita yakini. Kita ingin anak bisa ini itu selalu ini itu, tapi jika lingkungan tidak mendukung, maka keteguhan niat sedang diuji. Betul pepatah yang menyebutkan " It takes a village to raise a child ". Karena apa yang anak lakukan ya yang pertama dilihat itulah yang akan langsung dia contoh. Mudahnya, anak saya bisa konsentrasi makan duduk dan (syukur2) makan sendiri disaat kondisi rumah kondusif. Termasuk kalo teman-temannya Arsyad semua masuk ke dalam rumah saat makan. hahahaha... Maklum, kami masih ngontrak di Jakarta. Jarak antar rumah yang berdekatan sungguh ada positif dan negativenya. Sarapan kali ini dibuat semudah mungkin dalam menyiapkan. Sereal. Saya termasuk ibu yang suka mengenalkan semua jenis makanan untuk anak. Di rumah saya, makan tidak berarti harus nasi. Walaupun nasi selalu tersedia. Langkah ini semakin diperkuat dengan program...

Melatih Kemandirian Anak

Alhamdulillah akhirnya ada kesempatan lagi untuk kembali menulis. Rencananya untuk 10hari ke depan harus selalu wajib setor tulisan karena saya sudah absen berhari-hari dari sejak waktu game level 2 kelas Bunda Sayang dimulai. hehehe Bulan ini materi baru sudah diberikan di kelas Bunda Sayang IIP. Tema yang diberikan adalah melatih kemandirian anak . Mendapatkan materi ini seraya dikuatkan lagi niat saya untuk tetap terus menerapkan apa yang selama ini sudah saya dan suami lakukan untuk anak. Walaupun kadang kendor karena kurang sabar menemani Arsyad. Hidup di Jakarta dan hanya bertiga membuat kami benar-benar harus bisa melakukan semuanya serba sendiri. Terutama hal-hal pribadi yang memang seharusnya dilakukan sendiri pun bisa. Dalam hal urusan pekerjaan rumah, saya dan suami membagi tugas masing-masing. Karena suami paham, menemani anak 24jam non stop itu juga butuh tenaga super extra. hahahahha.... Itulah sebabnya suami juga punya peran sangat besar dalam urusan pekerjaan rumah....

Tantangan 10 Hari (part.10)

Ramadhan kali ini menjadi ujian kesehatan buat saya. Setelah flu berat berlalu sekarang berganti dengan batuk tiada henti sampe suara saya hampir hilang. Menjadi tantangan juga karena anak saya juga sedang berada di-stage selalu bertanya "ini apa ini apa" dan kami pun wajob menjawab. Jika tidak, suara yang dikeluarkan akan semakin keras dan mendekatkan wajahnya ke wajah kita. Hahahhahaha... lucu bukan main. Bahkan sebenarnya dia paham nama bendanya tapi tetap saja ditanyakan. Sampai kadang saya coba tes kemampuannya. "Ini apa ini apa?", sambil membawa mainan kereta favoritnya. "Hmmm.. apa ya?", saya balik bertanya. "Kreta", begitu katanya. Batuk yang saya alami saat ini menjadi tantangan sendiri dikala anak menginginkan sesuatu tapi tidak bisa didapat. Seperti hari ini, sejak pagi kami sudah memberitahukan bahwa nanto sore Eyangnya akan datang ke rumah menjemput dan weekend akan menghabiskan waktu di rumah eyang. Sejak dari jam 5 sore sudah ...

Tantangan 10 Hari (part.9)

Semakin paham dengan karakter anak saat saya mulai rajin menulis percakapan keseharian untuk Game Level 1 kelas Bunda Sayang ini. Memasuki fase "punya keinginan kuat" membuat saya dan suami kudu lebih sabar mendidik anak. Hari ini kebetulan suami work from home, saat akan menunaikan sholat asar di masjid anak merengek-rengek ingin ikut. Tangisannya seperti biasa sampai terisak-isak. "Arsyad mau ikut sholat?" Dia mengangguk dan masih menangis. "Arsyad di rumah aja ya sama Ibu. Ayah mau mau ke masjid. Sebentar aja kok" Semakin menangis lagi dia. "Arsyad mau ikut ke masjid?" Mengangguk lagi. "Ya udah. Kapan-kapan nanti ke masjid lagi ya. Nanti Arsyad boleh ikut" "Iya.." nangisnya pun berhenti dan bermain lagi seperti biasa 😂 Selama Ramadhan ini memang buku-buku yang saya bacakan ada kaitannya dengan ibadah. Ternyata punya pengaruh besar terhadap anak. Paling terlihat, saat ini Arsyad lebih excited kalo lihat...

Tantangan 10 Hari (Part. 8)

Hari Senin pagi kami baru saja sampai di Jakarta setelah weekend beristirahat di kota kelahiran suami. Badan yang tidak fit membuat saya benar-benar ingin istirahat cukup tanpa harus dipusingkan dengan kewajiban rumah dan pekerjaan bisnis. Senin itu pula saya langsung buat janji dengan bidan langganan saya yang biasa datang untuk mom and baby treatment. Arsyad sudah terbiasa dengan pijatan semenjak dia masih sangat kecil. Saya pun juga sekalian melakukan treatment mom beauty (bahasa kerennya : pijat ibu. hehehe). Semakin Arsyad bisa kesana kemari, semakin sulit untuk melakukan pemijatan. Disinilah saya coba sounding Arsyad bahwa dia akan dipijat. Supaya kegiatan pijat memijat semakin lancar dan saya tidak perlu mengeluarkan banyak effort :)) "Arsyad, lama ya kita gak ketemu tante Wilda. Arsyad masih inget gak sama tante Wilda?" "..hhh....hh.." jawabnya. Sepertinya dia sedikit lupa. "Tante wilda itu yang sering ke rumah itu lho. Suka pijet-pijet Arsyad. La...

Tantangan 10 Hari (part. 7)

Beberapa hari ini kesehatan penghuni rumah kami sedang drop. Bermula dari anak yang tiba-tiba flu, ibu yang kondisi badannya sedang lemah akhirnya tertular. Anak sakit ibu sakit itu tandanya lebih banyak tiduran daripada berkegiatan. Saat makan siang dan obat kulit arsyad dari RSPP baru saja sampai. "Pyoookk" "Astagfirullah", nada kaget saya keluar spontan. Arsyad rupanya berhasil membuka tutup obatnya dan tumpah semua. Disini batas sabar saya langsung hilang entah kemana. "Arsyad. Stop. Duduk sini. Jangan bergerak" Saya lebih memilih diam saat emosi sedang tinggi. Makan siang pun dilanjutkan. Tinggal suapan terakhir dan tangan Arsyad menampis sendok. Makanan jatuh semua. Hmmm... kesabaran saya benar-benar diuji. Setelah ganti baju, ganti diapers, dan siap untuk tidur siang, saya sengaja untuk menunda memberikan asi untuk Arsyad. Karena saya ingin mengatakan apa yang saya rasa. Arsyad menangis heboh karena asi tidak saya berikan. "Arsyad, ibu...

Tantangan 10 Hari (part.6)

Hari ini mendadak ke RSPP pagi karena suami kebetulan bisa nemenin berobat. Arsyad sejak hari senin ada bercak2 merah di lengan atas bagian belakang. Karena worried saya ingin segera tanya ke dokter anak langganan. Walopun hari ini bercak merahnya seperti mengering tapi tetap penasaran kalo belum tanya ahlinya. Singkat cerita selama menunggu dokter tadi adalah saat yang tepat untuk belajar lagi berkomunikasi yang baik dengan anak. Di ruang tunggu periksa RSPP terdapat beberapa permainan yang bisa dimainkan anak. Sampai di sana pandangan Arsyad tidak bisa lepas dari mainan prosotan. Rasanya ingin segera bermain. Ada perasaan ragu saat ingin mencoba permainannya. "Arsyad mau main itu?" "Iya" "Boleh kok. Arsyad kan sudah bisa naik sendiri, prosotan sendiri." Arsyad langsung menarik-narik saya tanda ingin ditemani. Tapi saya menolak karena ingin melihat seberapa berani dia mencoba permainan tanpa didampingi. "Arsyad sendiri aja ya. Nggak papa. Ibu ...

Tantangan 10 Hari (part.5)

"Jeduuuuggg" Saya kaget. Arsyad terpeleset saat berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Alhamdulillah dia kuat menahan kepalanya sendiri supaya tidak terbentur. Pecahlah tangisnya. Seketika itu juga langsung saya gendong dan peluk sambil meminta maaf karena teledor tidak menjaganya saat masuk kamar mandi. Sambil berusaha tetap tenang dan tidak panik saya pun bilang, "Maaf ya nak. Duh.. ibu kok ya gak jagain Arsyad masuk kamar mandi. Maaf ya". Dia masih menangis.. tidak kencang. Tapi cukup bikin saya sedih. Ditambah dia sudah mengantuk, jadilah moodnya tidak senang. Saat anak saya terjatuh, terpeleset, terbentur, dll, saya selalu berusaha tetap tenang dan tidak panik. Karena dari sanalah anak akan meniru ekspresi kita. Saya dan suami lebih ekspresif kalo sedang bahagia. Pernah kejadian anak saya terjatuh, budhenya kaget luar biasa sampai teriak. Anak saya? Nangisnya menjadi-jadi. Dia sudah kaget karena terjatuh, ditambah kaget lagi karena ada suara yang lebih heboh...

Tantangan 10 Hari (part.4)

Sejak Minggu sore Arsyad badannya sedikit demam. Suhunya selalu di atas 37,8. Alhamdulillah anaknya masih aktif walopun nafsu makannya berkurang. Benar saja. Ternyata tantangan hari Senin ini ya masalah makannya yang porsinya jadi minimalis. Bangun saat Ayah Ibu sahur dan subuh tidur lagi berefek pada waktu sarapan anak jadi sangat mundur. Karena makannya memang sedikit (bosan dengan nasi juga mungkin), saya pun hari ini membebaskan Arsyad untuk nyemil makanan sesuka hati. Paling gak sabar kalo lihat telur puyuh. Pasti bawaannya langsung diambil dan dimakan (tanpa dikupas), disinilah kadang saya sedikit 'bersitegang' sama Arsyad 😅😅 Jadi, jam 9an pagi Arsyad saya ajak untuk belanja di tukang sayur langganan. Setiap belanja pasti dia langsung mencari telur puyuh kesayangan. Kalo udah lihat langsung tunjuk dan bertanya "ini apa.. ini apa ini apaaaa?" Tandanya Ibu harus mengambilkan telur puyuh dan langsung Arsyad pegang. Saat pulang, Arsyad sud...

Tantangan 10 hari (part 3)

Weekend seperti biasa anak saya banyak menghabiskan waktu bersama Ayahnya. Hari ini (Minggu, 4/06) hampir 70% waktu anak saya bermain sama Ayahnya. Dari sarapan, bermain, mandi sore. Ibunya? Ibuk kebetulan lagi sariawan parah yang mau ngomong aja rasanya bikin nangis 😂 Walaupun anak banyak bermain sama Ayah, tapi untuk praktek komunikasi produktif Ibu selalu ada celah. Mmm...ya iyalah ya. Masak iya seharian gak ngobrol sama anaknya 😅 Dibutuhkan komunikasi yang baik itu saat mandi. Yak. Mandi. Mungkin hampir semua orang tua paham rasanya minta anak untuk mandi dan menyudahi kegiatan mandi. Sejak awal saya selalu membahasakan kegiatan mandi itu adalah "saatnya bermain air". Saya sangat membebaskan Arsyad untuk bermain air selama kegiatan mandi berlangsung. Hari ini lumayan agak butuh pengorbanan untuk minta Arsyad selesai mandi. "Yuk nak, main airnya sudah dulu ya. Dilanjut nanti sore boleh kok." "Eeeeeee...ee.e.e.e.e." Arsyad sam...

Tantangan 10 hari (part.2)

Waktu senggang untuk menulis setiap hari itu memang luar biasa mahal harganya. Hari Jumat sudah diniatkan untuk menulis kisah kedua tentang komunikasi produktif bersama anak. Apalah daya, toddler saya hari itu seperti nonstop untuk minta asi jika sedang tidak berkegiatan. Saya pun harus membagi waktu dengan memasak yang lumayan banyak demi menghabiskan apa yang ada di lemari es. Tidurnya pun menjadi sangat malam (jam 11 malam ke atas) karena menanti ayahnya pulang dari masjid. Hari Jumat ini anak saya sedang hobi belajar memakai kaos kaki sendiri. Dia tipe yang jika buru-buru atas keinginannya pasti jadi cranky sendiri. Disinilah saya berusaha mempraktekan langsung komukasi produktif, suara dan intonasi ramah. "Arsyad mau coba pakai kaos kaki sendiri? Yuk kita coba sama-sama." Awal saat saya menawarkan kegiatan ini pertama kalinya. Dia pun langsung setuju. Pertama mencoba dia langsung tergesa-gesa dan gagal. Mulailah sedikit merengek minta dibantu. Tapi karena saya yakin A...

Tantangan 10 hari

Tantangan 10 hari! Ini salah satu game di kelas Bunda Sayang IIP yang saya ikuti. Level pertama game ini adalah tentang cara berkomunikasi produktif. Singkat cerita, saya memilih akan mencoba berlatih komunikasi produktif terhadap anak saya. Karena sesungguhnya kalo praktek ke anak, secara gak langsung jadi praktek juga ke suami :))) Ada beberapa poin komunikatif produktif untuk anak (gambar terlampir). Saya akan mencoba poin "Intonasi dan Suara yang Ramah" . Kenapa saya pilih poin tersebut? Karena sejak dahulu saya sudah melatih ini tapi masiiihh aja lupa. Semoga dengan adanya tantangan 10 hari ini saya jadi BISA dan terbiasa ;) Materi dari kelas Bunda Sayang #2 IIP Hari ini kebetulan tanggal merah. Artinya suami juga di rumah. Kalo suami di rumah, anak saya banyaknya ya berinteraksi sama Ayahnya. Main-main dan pasti saya banyak minta tolong ini itu ke suami, mumpung ada yang bantuin ;) Emosi saya hari ini cukup stabil karena ada helper di rumah, ya suami saya :))...