Skip to main content

Belajar dari Melihat

Hari ini saya mau sedikit bercerita tentang kemandirian Arsyad selain yang saat ini masih saya latih terus menerus. Karena untuk melatih makan sendiri memang membutuhkan waktu yang selalu rutin terus menerus.

Hal lain yang membuat suami dan saya takjub tentang kemandirian arsyad adalah bagaimana anak kami selalu membantu untuk hal-hal yang bahkan tidak kami pikirkan sekalipun. Entah sejak kapan, saya mulai sedikit terganggu dengan tetesan air AC yang memang tidak langsung masuk di pembuangan air. Akhirnya saya iseng meletakkan botol besar dan memasukkan selang pembuangan AC kedalamnya. Memang sedikit menambah pekerjaan tidak penting saya yaitu harus rajin membuang air buangan di botol langsung ke dalam pembuangan air. Memang sedikit menjadi repot dan kalo lupa ya sama saja.

Allah memang Maha Baik kepada hambaNya ;) Entah berapa kali Arsyad melihat apa yang saya lakukan, membuatnya selalu punya inisiatif sendiri setiap pagi untuk membuang air yang ada di dalam botol besar. Kuat. Ya... tidak ada yang mengajari hal ini sama sekali. Arsyad mengerti cara membuang dan kapan harus dibuang hanya dari melihat apa yang saya lakukan. Jika cukup asik untuknya (yes. Karena berhubungan dengan air), maka tanpa diminta dan diajari dia bisa melakukannya sendiri. 

Ah, mungkin ini salah satu tanda supaya orang tuanya paham akan fitrah yang dimiliki anaknya. Selama anak merasa happy, maka hal itu akan semakin mudah langsung anak terapkan. Semoga Allah senantiasa membimbing kami supaya selalu berusaha menjadi orang tua yang lebih baik dari hari ke hari. Aamiin...

Cerita ini menjadi salah satu pengingat, sekecil apapun kehebatan anak, jika kita apresiasi dengan baik maka akan menjadi hal yang luar biasa 

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...