Skip to main content

Review Presentasi : Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas?


Presentasi pertama
Kelompok 6

Tema / Judul Presentasi : Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas?

FItrah seksualitas mulai dikenal seiring dengan tumbuhnya konsep Fitrah Based Education yang dijelaskan oleh Ust. Harry Santosa. Awalnya kita mengenalnya dengan sebutan ‘pendidikan seks’, pemberian pemahaman mengenai perkembangan fisik dan hormonal seorang anak sesuai dengan jenis kelamin.

Apa pentingnya kita perlu paham fitrah seksualitas? Supaya masing-masing individu paham akan perannya sesuai dengan Al Quran dan Hadist. Sesuai dengan jenis kelamin yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Tantangan yang ada saat ini bermacam-macam syndrome penyakit/kelainan yang muncul untuk mengaburkan peran yang sesuai dengan fitrah seksualitasnya.

Solusi yang bisa dilakukan untuk menghindari dari tantangan yang ada
1. Al Quran dan Sunnah sebagai panduan
2. Home team
3. Framework menumbuhkan fitrah seksualitas sesuai umur
4. Pendidikan seks yang tepat dan benar sejak dini.

Diskusi
-          Adanya syndrome Peterpan dan Cinderella merupakan tantangan yang harus dicari solusinya untuk merubahnya. Terutama dalam kehidupan berumah tangga. Menurut Ibu Elly Risman, salah satu pihak (suami atau istri) harus bersedia berkorban untuk merubahnya. Harus mulai menumbuhkan fitrah yang sesuai dengan perannya dengan sikap tega/tegas dan tidak selalu harus dibantu/membantu. Memberikan kesempatan bagi pasangan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

-          Menurut Ibu Elly Risman. Jika sudah terlanjur adanya sindrom Peterpan dan Cinderella karena pola asuh sejak kecil, harus bagaimana ?

• Laki-laki yang mengalami sindrom peter pan tidak akan mengalami kesulitan dalam pernikahannya, jika mendapatkan istri dengan karakter keibuan.

• Begitu pula sebaliknya, bagi sang ’cinderella’ yang mendapatkan suami dengan karakter ke’ayah’an yang kuat.

• Untuk istri-istri yang jadi ibu bagi "peter pan" harus memahami mengapa suaminya bersifat kekanak-kanakan, harus mau berkorban dan ‘tega’ untuk membentuk kembali jiwa kemandiriannya.

• Untuk suami-suami yang jadi ayah bagi "Cinderella" juga harus memahami mengapa ia bersikap seperti itu dan ajak bicara secara baik-baik.

-          Jika belum menikah mau tidak mau org yg mengalani syndrom trsb harua menyadari ttg dirinya yg mengalami suatu masalah. Dan ada bbrp tips:
– Harus ada keinginan dalam diri sendiri untuk berubah
– Lingkungan harus mendukung
– Jika diperlukan terapi, mengapa tidak ?
– Minta pertolongan kepada Allah


Referensi :
Santosa, Harry. 2016. Fitrah Based Education. Bekasi. Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
Bunda Sayang
“What is Gender?”, World Health Organization
Peter Pan dan Cinderella Complex, Elly Risman.
Hasil diskusi kelas Bunda Sayang 2, Jakarta 1


#Ibu Profesional
#Bunda Sayang
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...