Skip to main content

Review Presentasi : Fitrah Seksualitas dan Fenomena LGBT


Presentasi kedua
Kelompok 5

Tema / Judul Presentasi : Fitrah Seksualitas dan Fenomena LGBT

Definisi LGBT adalah Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender. Peningkatan fenomena LGBT ini (tahun 2009 – 2012 adalah 37%) dapat terjadi adanya hubungan antara fitrah biologis dan factor psikologis. Faktor psikologis ini diantaranya dari pola asuh orang tua, pengalaman seksual, dan lingkungan tinggal sekitar.

Keluarga memiliki peran yang sangat besar untuk menumbuhkan fitrah seksualitas anak melalui pola asuh, pendidikan dna keharmonisan. Prinsip penting fitrah seksualitas seperti :
1. Kedekatan anak dengan Ayah dan Ibunya secara utuh dan seimbang
2. Ayah suplai maskulinitas dan Ibu mensuplai feminitas.
3. Penumbuhan fitrah paripurna.
4. Jika kehilangan sosok ayah/ibu, carikan sosok pengganti dari keluarga/komunitas sekitar.

Tahap penanaman Fitrah Seksualitas menurut Harry Santosa,
-          Anak usia 0 – 2th : Dekat dengan Ibu
-          Anak usia 3 – 6th : Dekat dengan Orangtua
-          Anak usia 7 – 10th : Dekat sesuai gender ( Anak perempuan dengan Ibu, Anak laki-laki dengan ayah)
-          Anak usia 11 – 14th : Dekat dengan berlawanan gender
-          Lebih dari 15th (aqil baligh) : Sudah Tuntas

Diskusi
-          Apakah LGBT itu penyakit mental? Kalo sudah ada indikasi ke LGBT, apa bias diubah menjadi lebih ‘normal’ ?
>> Jika dilihat dari definisi yang sudah disepakati oleh para ahlinya, LGBT merupakan penyakit mental, artinya penyakit ini terbentuk oleh beberapa sebab, bukan karena bawaan biologis (genetika dsb).
Maka dari itu, insyaAllah masih bias disembuhkan. Dalam diskusi kali ini, yang disorot adalah tidak tumbuhnya fitrah seksualitas dari dini, yaitu kurangnya peran orang tua yang tidak menjalankan peran dan fitrah ke’ayah Ibu’an dengan maksimal.


Referensi :
Santosa, Harry. 2016. Fitrah Based Education. Bekasi. Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
Yudiayanto. 2016. Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Indonesia serta Upaya Pencegahannya. Nizham, Vol.05, no,01 Januari-Juni 2016.


#IbuProfesional
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas


Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...