Skip to main content

Review Presentasi : Apa itu Fitrah Seksualitas?


Presentasi ketiga
Kelompok 7

Tema / Judul Presentasi : Apa itu Fitrah Seksualitas?

Pengertian dari fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa, bertindak, dan bersikap sesuai fitrah gendernya (sebagai laki-laki atau perempuan). Fitrah laki-laki tidak sama dengan fitrah perempuan, tapi saling melengkapi satu sama lain.

Perbedaan antara Pendidikan Sex dan Pendidik Seksualitas adalah
Pendidikan Seks meliputi proses terjadinya pembuahan, proses kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan secara jelas dan benar. Pendidikan seks juga meliputi pemberian pemahaman tentang perkembangan fisik dan hormonal seorang anak. (Ibu Septi Peni Wulandani)

Pendidikan Seksualitas berarti menumbuhkan fitrah gender, yaitu cara seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrah sebagai perempuan atau laki-laki sejati. Sehingga dapat memenuhi peran, fungsi, dan karakteristik. (Ust. Harry Santosa)

Orangtua itu sebagai role model anak, maka anak yang kehilangan sosok ayah/ibunya wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqil baligh baik dari keluarga besar maupun komunitasnya.

Fitrah seksualitas harus juga beriringan dengan fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, individualitas, dan sosialitas sehingga tidak mudah tertular dari penyimpangan seksual yang ada di lingkungan.

Tujuan pendidikan seksualitas pada anak :
1.       Membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya
2.       Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
3.       Mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual.

Tahapan Mendidik fitrah seksualitas anak
-          0 – 2tahun : Konsep Fitrah Keimanan dan Seksualitas
-          3 – 6tahun : Penguatan Konsepsi Gender
-          7 – 10tahun : Penyadaran Potensi Gender
-          11 – 14tahun : Pengujian Eksistensi
-          > 15 tahun : Penyempurnaan Fitrah

Solusi :
-          Menanamkan adab dan akhlaq sesuai Al-Quran dan Hadist.
-          Memberikan pemahaman sejak dini mengapa Allah menciptakannya sebagai laki-laki atau perempuan.
-          Memberikan pendidikan dan lingkungan yang terbaik.
-          Membangun diskusi dan komunikasi produktif.
-          Memberikan rasa percaya diri pada anak sesuai dengan gender dan usianya
-          Peran aktif kedua orangtua dalam mendidik amanah yang telah Allah berikan

Daftar Pustaka :
- Artikel Ust. Harry Santosa
- Buku Bunda Sayang
- Artikel google.com
- Ibu Septi Wulandari
- Hasil diskusi kelompok 7


#IbuProfesional
#BundaSayang
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas


Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...