Skip to main content

Mendongeng Bersama - Day 4

Seusia Arsyad yang masih 2tahun lebih dan InsyaAllah sebentar lagi akan mempunyai seorang adik menjadi tantangan tersendiri untuk orang tuanya. Sedini mungkin kami selalu mengenalkan adiknya, mengungkapkan rasa sayang ke adik dan Arsyad serta perlahan mulai memberikan role play yang nantinya akan kami jalani bersama.

Salah satunya ya dengan mendongeng dari salah satu buku yang sudah kami bawa dari Jakarta. Allah Ciptakan Tubuhku karya Amalia Kartika Sari. Disitu ada beberapa  halaman yang menceritakan asal mula bayi terbentuk. Disitulah mulai improvisasi bercerita dan mengenalkan Arsyad saat ini perut Ibu ada adik bayi. Mirip seperti gambar dibuku. Saya juga bercerita kalo dulunya Arsyad pun juga ada diperut Ibu. Lalu lahir dan menangis "oeee...oeeee..". 

Saya juga menjelaskan nanti kalo adik sudah lahir, adik minum nenen Ibu. Ah, ini yang krusial. Karena saya ingin Arsyad benar-benar paham bahwa yang minum asi adalah adek bayi. Mendongeng memambantu saya untuk menjelaskan role play yang akan kami jalani nantinya. Semoga allah selalu membantu dan membimbing kami. Aamiin..
 
 
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...