Skip to main content

Mendongeng Bersama - Day 2

Ternyata tantangan mendogeng bersama anak ini luar biasa. Ada saat tertentu saya pun menyerah 'mau dogeng apa lagi ya'. Paling mudah memang saat awal melakukannya dengan menggunakan buku bacaan yang sudah sering dibaca anak. Selain sayanya sudah hafal gambar dan bisa improve banyak, anak pun mungkin akan lebih cepat menangkap maksud yang ingin kita sampaikan.

Tantangan kali ini memang kami lakukan full di rumah masa kecil saya, Yogyakarta. Iya, saya sudah mulai mudik ke Jogja di kehamilan trimester 3 ini. Karena ada beberapa acara yang wajib dihadiri. Daripada bolak balik Jakarta-Jogja dengan kondisi hamil besar, jadi diputuskan saya dan Arsyad stay saja di Jogja. Alhasil, buku yang kami bawa pun tidak banyak. Disinilah tantangan ini menjadi semakin 'menarik' :'))

Saya memanfaatkan momen mendogeng ini untuk menanamkan hal-hal baik kepada anak. Sebelumnya dengan tema saling tolong menolong, kali ini saya mencoba dengan tema 'sayang adik'. Alat bantu yang saya pakai adalah perut saya. Kami senang sekali bermain cahaya bersama adik yang ada diperut. Malam hari, lampu kamar dimatikan dan kami mulai menyorotkan sinar lampu di perut saya. Disini saya menekankan kalimat-kalimat seperti sayang Ibu, sayang Ayah, sayang mas Arsyad, sayang adik, peluk adik, cium adik. Ada saja cerita yang saya buat, seperti "Ayo mas Arsyad kita main bersama.", sambil menunjukan bagian perut sebelah mana adik bergerak.

Memang, kegiatan ini tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lama karena dengan lingkungan yang cukup baru untuk Arsyad, dia masih mudah teralihkan dengan hal lain yang lebih excited menurutnya. Seperti tiba-tiba ada yang buka pintu rumah dengan kemunculan sosok lain selain ayahnya. Hahahaha....
 
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Fitrah Seksualitas : Peran Ayah Penting!

Peran Ayah Penting! Akibat saya selalu 24jam bersama anak terus, maka kehadiran sosok Ayah sangat dibutuhkan. Terutama anak saya pertama laki-laki. Khawatir jelas saat anak harus selalu melihat Ibunya berdandan sebelum pergi. Selalu bertanya, "ini apa?" "itu apa?" "Arsyad mau Ibu". Kalimat ini sering muncul dikala saya sedang berdandan. Kalo ada Ayahnya bisa ada pengalihan isu dengan cepat seperti ayahnya mengajak berkegiatan dulu disaat menunggu Ibu berdandan. Tapi jika tidak ada Ayahnya, ini yang saya takutkan. Karena itulah saya juga tidak pernah berdandan terlalu lama. Biasanya 5 menit juga sudah selesai karena hanya pakai pelembab, bedak, lipstik.  Peran Ayah Penting! Terutama jika Ayah aktif bekerja di luar rumah dan jarang bertatap muka dengan anak. Apalagi jika orang tua dalam keadaan LDR (seperti keadaan saya saat ini karena sedang menunggu munculnya gelombang cinta dari anak ke 2, insyaAllah). Karena itulah, disaat Ayahnya sedang ada did...