Skip to main content

Mendongeng Bersama - Day 10

"Tadi Arsyad lihat apa?"
"Gajah... Harimau.. Orang utan. Ikaaaannn... ikannya banyak. Ikan besar-besar"
 
Begitulah penggalan cerita Arsyad pada Ayahnya. Hari ini saya mengajak Arsyad ke Gembira Loka, kebun binatang di Jogja. Sebelum saya ajak, saya tawari dulu apa arsyad mau ke kebun binatang? Karena seumur-umur, Arsyad baru 1x ke kebun binatang di Ragunan. Sebelum saya mengajaknya, saya pun bercerita dulu apa itu kebun binatang sambil menunjukan foto-foto kebun binatang di Jogja. Jadi, Arsyad pun sudah ada bayangan dan bisa berimajinasi apa yang akan dia lihat nantinya.
 
"Arsyad naik apa aja tadi?", tanya Ayah.
"Ayaaaahh....." sambil bercerita, "Arsyad naik kapal laut. Ada bebek bebek. Arsyad mau bebek. Arsyad, Ayah naik bebek. Sama Ayah. Ibu gak mau naik bebek."
 
Hahahahha...saya pun tertawa terpingkal-pingkal dengan runtutan cerita Arsyad ke Ayahnya. Benar adanya ya seperti itu. Jadi, tadi saat kami ke Gembira Loka, kami naik kereta kelinci, lalu naik kapal di danau buatan yang ada di Gembira Loka. Setelah itu, diperjalanan menuju parkiran, kami melihat ada perahu kecil bentuk bebek-bebekan yang digenjot dengan kaki. Arsyad ingin sekali naik, tapi posisi saya hamil, saya pun enggan dan bilang, "Arsyad kalo mau naik bebek itu sama ayah ya. Tunggu ayah. Kalo sama Ibu, Ibu gak mau. Pegel genjotnya.". 
 
Ternyata anak 2th sudha bisa menyampaikan apa yang dialaminya tadi siang dengan baik. Sangat baik sih kalo menurut saya. hahahah...
 
Ah, serunya. Sungguh seru bisa banyak bercerita, mengungkapkan perasaan dan pengalaman dengan susunan kalimat-kalimat yang menyenangkan. Walaupun lebih seru untuk mendengarkan anak usia 2tahun lebih bercerita dengan gaya bicaranya. 
 
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Fitrah Seksualitas : Peran Ayah Penting!

Peran Ayah Penting! Akibat saya selalu 24jam bersama anak terus, maka kehadiran sosok Ayah sangat dibutuhkan. Terutama anak saya pertama laki-laki. Khawatir jelas saat anak harus selalu melihat Ibunya berdandan sebelum pergi. Selalu bertanya, "ini apa?" "itu apa?" "Arsyad mau Ibu". Kalimat ini sering muncul dikala saya sedang berdandan. Kalo ada Ayahnya bisa ada pengalihan isu dengan cepat seperti ayahnya mengajak berkegiatan dulu disaat menunggu Ibu berdandan. Tapi jika tidak ada Ayahnya, ini yang saya takutkan. Karena itulah saya juga tidak pernah berdandan terlalu lama. Biasanya 5 menit juga sudah selesai karena hanya pakai pelembab, bedak, lipstik.  Peran Ayah Penting! Terutama jika Ayah aktif bekerja di luar rumah dan jarang bertatap muka dengan anak. Apalagi jika orang tua dalam keadaan LDR (seperti keadaan saya saat ini karena sedang menunggu munculnya gelombang cinta dari anak ke 2, insyaAllah). Karena itulah, disaat Ayahnya sedang ada did...