Skip to main content

Mendidik Cerdas Finansial - Day 7

Hari ini kegiatan yang kami lakukan sederhana dan menjadi pengulangan dari kegiatan sebelumnya. Fisik saya sedang tidak mendukung setelah hari Selasa lalu pekerjaan yang datang sangat padat sampai-sampai lupa menyetorkan tulisan ini.

Pengenalan uang koin dan uang kertas menjadi kegiatan yang pertama. Karena Arsyad hobi sekali bongkar-bongkar dompet, ya sekalian saja saya bertanya "uang kertas mana? Uang koin ada tidak didompet Ibu?" "Uang ini bisa untuk apa?"

Next, mungkin saya akan membuka obrolan mengenai 'apa yang bisa dilakukan dengan uang'. Karena sesungguhnya banyak hal yang bermanfaat sekaligus merugikan karena hanya dengan uang. Yay.. Alhamdulillah, disaat menuliskan cerita hari ini, malah dapat ide untuk kegiatan esok hari. Walaupun hanya dengan berdiskusi.

Selain itu, hari ini Arsyad juga tiba-tiba saat minum susu uht kesayangan langsung berkata, "Ibu... ada ini!", dengan menunjukan logo kecil berbentuk lingkaran pada kemasan. "Itu gambar apa, Nak?", tanya saya. "Itu gambar logo haa..??" "Halal!", lalu Arsyad meneruskan. "Iya benar. Karena ada logo halal, berarti boleh ya kita minum".

Semoga hal kecil dan sederhana ini bisa selalu menjadi pengingatnya dikala sudah besar kelak. Karena masih banyak sekali kemasan yang tidak berlogo halal tapi sering dikonsumsi khalayak umum.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...