Skip to main content

Mendidik Cerdas Finansial - Day 6

Hari ini seperti mengajarkan Arsyad untuk bisa menahan diri untuk tidak selalu mendapatkan apa ya g diinginkan saat itu juga. Pagi ini seperti biasa odong-odong lewat depan rumah. Kebetulan kami saat itu sedang membuka pintu gerbang. "Ibu, arsyad mau naik itu.", pintanya. Memang tidak setiap hari setiap saat Arsyad naik odong-odong. Saya pun tidak ingin membiasakan hal itu. Pagi ini saya mengijinkan, "boleh. Tapi ke rumah dulu ya ambil uang. Ibu gak bawa uang."

Saat kembali lagi ke depan dengan semangat, ternyata odong-odongnya sudah tidak ada lagi. Terlihat dari raut mukanya sangat kecewa. Hampir menangis. Bibirnya sudah menahan rasa kecewa karena memang sudah cukup lama tidak naik odong-odong.

"Arsyad sedih ya?", tanya saya dan memeluknya saat itu juga. Arsyad hanya mengangguk kecewa dan bertanya "Mana Bu?". Saya pun menjelaskan kalo bapaknya sudah pergi. Lain kali saja ya kita cari lagi.

Sedih ya liat anak sedih. Tapi ya bagaimana lagi. Biarkan Arsyad belajar menahan diri, bersabar, dan uang yang tadinya akan dipakai bermain odpng-odong akhirnya dimasukan ke dalam celengannya.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...