Skip to main content

Semua Anak adalah Bintang - Day 7

Banyak hal yang membuat mata anak saya berbinar-binar, salah satunya adalah mainannya. Apa yang kami belikan biasanya apa yang dia suka. Ada permainan edukasi yang saya belikan sejak Arsyad berumur 7bulan. Saat awal membelikan, dia hanya suka karena bentuknya yang besar dan memiliki roda. Arsyad suka benda-benda yang bisa berputar. Truk itu saya belikan karena ada puzzle bentuk-bentuk yang bisa dimasukkan ke dalamnya. Tapi saat itu Arsyad sepertinya belum tertarik dengan permainan edukasinya.

Baru saya lihat hari ini Arsyad mengambil box permainan dan mengambil bagian truk yang ada puzle bentuk. Penuh konsentrasi dia mencoba mencocokan bentuk mana yang sesuai dengan lubangnya. Melihat itu mata saya jadi berbinar-binar dan dalam hati berkata, "Ah, ini saatnya mencoba mengenalkan bentuk."

Benar saja, saya langsung mendekati, mengumpulkan mainanya yang sudah tenggelam di dalam box kumpulan mainan-mainan dan mencoba memberi info. "Arsyad, ini bentuk bintang, yang ini kotak, ini bulat... ", dst. Ah, disitulah dia mencoba mencocokan mana bentuk yang pas dengan lubangnya. He did it, finally.

Disini saya belajar lagi bahwa memang setiap anak mempunyai masanya masing-masing. Mereka akan menunjukkan dengan sendirinya kapan merasa siap untuk belajar A, B, C, dst. Orang tua hanya perlu selalu membersamai, memfasilitasi, dan memberikan dukungan.
#Tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsayIIP
#BintangKeluarga

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...