Skip to main content

Semua Anak adalah Bintang - Day 5

"Arsyad mau lihat apa?"
"Adeeekkk"

Ya, hari ini jadwal menengok adek kecil yang ada diperut saya. 16w memasuki kehamilan ke 2 dan tetap saja mual itu tiba-tiba muncul. Salah satu moment yang kami tunggu bersama adalah saat kontrol kandungan tiba. Mata kami berbinar-binar sejak dari rumah hingga bertemu dengan dokter dan melihat layar usg.

Sebelum saya hamil, kami sudah mulai sounding Arsyad bahwa ada makhluk kecil lucu bernama baby. Kami pun selalu excited jika ada bayi muncul dihadapan kami. Supaya Arsyad pun merasa tertarik dan senang dengan kehadiran bayi, terutama bila nantinya dia akan mempunyai adik. Selain itu juga kami mengenalkan bayi itu dari mana, ada dimana dengan bacaan buku Allah Ciptakan Tubuhku. Disitu ada ilustrasi penjelasan awal mula bayi dari perut, kemudian lahir, menangis, dan menyusu. Sama seperti Arsyad dulu sewaktu kecil. Tak lupa juga mengingatkan bahwa semua adalah ciptaan Allah. 

Berulang kali kami selalu mengenalkannya perlahan demi perlahan dan Alhamdulillah kami diberi kepercayaan lagi oleh Allah untuk segera memberikan Arsyad adik. Semakin kami mengenalkan sejak dini bahwa diperut Ibu ada adik. Saat ke dokter pun, kami selalu mendengarkan denyut jantungnya.

"dut dut duutt..dutt dut duutt..." begitu cara Arsyad menggambarkan bagaimana suara adiknya. 

#Tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsayIIP
#BintangKeluarga

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...