Skip to main content

Semua Anak adalah Bintang - Day 4

Terlewat 1 hari untuk menyetorkan tugas. Hari Sabtu lalu sungguh sulit sekali mencari saat yang pas untuk berada di depan laptop. Sampai saya pun ingin istirahat sejenak tidak sanggup karena padatnya kegiatan.

Saya ingin bercerita tentang hari ini. Mungkin menjadi salah satu hari yang 60% mata anak saya berbinar-binar karena senang dan bersemangat. Hari ini kami sekeluarga kembali ke Jakarta dengan pesawat. Salah satu transportasi umum kesukaan Arsyad. Saat mengetahui akan naik pesawat, rasanya mungkin sudah ingin segera sampai bandara.

Berangkat lebih awal, memberikan kesempatan Arsyad untuk lebih lama melihat dan mengamati pesawat. Kali ini kami mengamati pesawat lebih detail lagi. Tidak hanya terbang dan suaranya seperti apa. Tapi lebih detail dengan ada berapa rodanya, sebesar apa rodanya, kemana koper kita diletakkan, seperti apa sayap pesawat saat masih di darat, terbang, akan terbang, akan mendarat, dst. Alhamdulillah, perjalanan kali ini bersama Ayah sungguh mengurangi beban Ibu yang sudah cukup banyak kehilangan tenaga. Ibu hanya mengamati kegiatan anak dan Ayah sambil sesekali menanyakan hal detail lainnya.

Hal detail lain yang diamati Arsyad adalah aturan-aturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di pesawat. Paling utama adalah penggunaan sabuk, kapan dan bagaimana saat menggunakan sabuk pengaman. Walaupun Arsyad sudah mendapatkan hak kursinya sendiri, terkadang kami pun masih tetap meminta sabuk tambahan karena saat take off atau landing Arsyad lebih banyak minta dipangku.

Semoga setelah ini fisik Ibu lebih kuat dan tahan banting supaya tetap bisa senantiasa mendampingi Arsyad berkegiatan sehari-hari. Lebih bisa memasukkan berbagai unsur penting yang bisa diambil hikmahnya bersama.

#Tantangan10hari
#level7
#kuliahbunsayIIP
#BintangKeluarga

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Fitrah Seksualitas : Peran Ayah Penting!

Peran Ayah Penting! Akibat saya selalu 24jam bersama anak terus, maka kehadiran sosok Ayah sangat dibutuhkan. Terutama anak saya pertama laki-laki. Khawatir jelas saat anak harus selalu melihat Ibunya berdandan sebelum pergi. Selalu bertanya, "ini apa?" "itu apa?" "Arsyad mau Ibu". Kalimat ini sering muncul dikala saya sedang berdandan. Kalo ada Ayahnya bisa ada pengalihan isu dengan cepat seperti ayahnya mengajak berkegiatan dulu disaat menunggu Ibu berdandan. Tapi jika tidak ada Ayahnya, ini yang saya takutkan. Karena itulah saya juga tidak pernah berdandan terlalu lama. Biasanya 5 menit juga sudah selesai karena hanya pakai pelembab, bedak, lipstik.  Peran Ayah Penting! Terutama jika Ayah aktif bekerja di luar rumah dan jarang bertatap muka dengan anak. Apalagi jika orang tua dalam keadaan LDR (seperti keadaan saya saat ini karena sedang menunggu munculnya gelombang cinta dari anak ke 2, insyaAllah). Karena itulah, disaat Ayahnya sedang ada did...