Skip to main content

Pohon Literasi - Day 10

Membaca, selain menguatkan bonding dengan anak, mengetahui seberapa jauh kosa kata yang dikuasi anak, juga bisa sebagai doa. Kami sebagai orang tua, selain ingin mengenalkan buku dengan ilustrasi yang menarik, tipe board book (dilihat dari usia anak), dan memberikan pengetahuan lebih luas dengan gaya bahasa sesuai umur anak, kami ingin sejak dini anak mengenal dan memahami ajaran yang dianutnya. Saat ini Qids Perisai Quran Kids masih menjadi andalan kami untuk mengenalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa Qids? Ya karena dia bukan board book (maklum, saat ini ruangan tempat tinggal masih terbatas) selain itu ilustrasinya sesuai dengan syariat.

Paling menarik beberapa hari ini Arsyad sering sekali melihat Ka'bah dibukunya yang berjudul Ayo Belajar Haji. Atau mungkin dia lebih tertarik untuk melihatnya karena beberapa saat lalu sering melihat gambar Ka'bah dari foto berhaji eyangnya. Dia pun mulai bertanya,
"Ini apa?".
"Ini Ka'bah." Selalu akan berlangsung percakapan yang susah untuk diputus,
"Ka'bah (di) mana?",
"Ka'bah ada di kota Mekkah".
Kemudian dia akan berkata, "Arsyad mau (ke) Kabah, arsyad mau (ke) Mekkah."
"Ibu sama Ayah juga mau. Yuk, kita sama-sama berdoa sama Allah biar bisa segera ke Mekkah dan Ka'bah.", kami pun melanjutkannya dengan berdoa bersama.

Inilah salah satu keindahan membaca bersama anak. Sama seperti saat kami melihat ada ilustrasi seorang bayi menangis, saat itu juga Arsyad berkata, "Arsyad mau adek bayi.". Momen langka inilah yang saya manfaatkan untuk mengajaknya berdoa kepada Allah. Sekaligus mengenalkan bahwa apapun yang kita minta, langsung mintalah ke Allah. Biar Allah yang berikan apa yang baik untuk kita.

#Day10
#Tantangan10Hari
#Level5
#Bunda Sayang
#Ibu Profesional
#IIP
#For Things To Change, I Must Change First

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Fitrah Seksualitas : Peran Ayah Penting!

Peran Ayah Penting! Akibat saya selalu 24jam bersama anak terus, maka kehadiran sosok Ayah sangat dibutuhkan. Terutama anak saya pertama laki-laki. Khawatir jelas saat anak harus selalu melihat Ibunya berdandan sebelum pergi. Selalu bertanya, "ini apa?" "itu apa?" "Arsyad mau Ibu". Kalimat ini sering muncul dikala saya sedang berdandan. Kalo ada Ayahnya bisa ada pengalihan isu dengan cepat seperti ayahnya mengajak berkegiatan dulu disaat menunggu Ibu berdandan. Tapi jika tidak ada Ayahnya, ini yang saya takutkan. Karena itulah saya juga tidak pernah berdandan terlalu lama. Biasanya 5 menit juga sudah selesai karena hanya pakai pelembab, bedak, lipstik.  Peran Ayah Penting! Terutama jika Ayah aktif bekerja di luar rumah dan jarang bertatap muka dengan anak. Apalagi jika orang tua dalam keadaan LDR (seperti keadaan saya saat ini karena sedang menunggu munculnya gelombang cinta dari anak ke 2, insyaAllah). Karena itulah, disaat Ayahnya sedang ada did...