Skip to main content

Pohon Literasi - Day 4

Senin, Ayah memutuskan untuk tidak berangkat kerja karena badan masih pegal akibat perjalanan sehari penuh Cilegon - Lampung - Cilegon hari Sabtu lalu. Ibu pun juga lemas kecapekan dan gampang laper. Arsyad? Alhamdulillah anak kami satu ini luar biasa lincah dan tidak henti-hentinya bercerita tentang kapal laut yang baru ia naiki.

Berkumpulnya kami semua di rumah, tandanya pasti akan ada rencana lain untuk keluar rumah walaupun kami masih capek. Rumah Sakit. Disitulah kami akan berlabuh sore ini hahahha... Sejak pagi Ayah sudah menelpon RS KMC untuk appointment dengan dokter anak dan dokter kandungan. Kami memutuskan untuk memberikan vaksin Arsyad hari ini. Melihat kondisi badannya yang super fit, tidak ada demam. Biar segera tuntas kewajiban vaksinnya di usianya 2th ini. Dokter kandungan? My Alhamdulillah saya sudah telat beberapa hari. Hari ini akan coba cek apakah kandungan baik-baik saja atau tidak.

Kegiatan baca hari ini? Pagi hari saat sarapan Arsyad sudah mengambil buku yang dia mau. Baca sambil makan. Biasanya saya akan pilihkan buku yang cocok dengan kegiatannya saat itu. JAdi saya mengambilkan buku "Aku Makan dengan Tertib" terbitan Zikrul Hakim. Isi buku ini tentang adab makan sesuai dengan hadist. Arsyad masih terbiasa jalan kesana kemari, adanya buku ini sedikit banyak membantu proses makan Arsyad untuk mencontoh yang baik. Kami sebagai orang tua pun sudah selalu mencoba memberikan contoh untuk selalu duduk saat makan ataupun minum.

Bekal buku menjadi rutinitas jika hari itu kami keluar rumah. Ke rumah sakit pun kami bawa beberapa buku favoritnya seperti My Little Book of Stories For Boys dan juga My First Farm. Disela bermainnya Arsyad ketika di KMC, kami pun menyempatkan membuka-buka buku yang dibawa. Mungkin karena saya paham apa yang disukai anak saat itu, jadi lebih mudah rasanya mencarikan buku yang pas dan sudah pasti akan dilihatnya berulang kali karena dia suka.

Mungkin itu salah satu ikhtiar kami untuk mencoba menumbuhkan kecintaannya terhadap buku. Saya pun mulai iri dengan apa yang bisa Arsyad lakukan. Saya mulai melirik beberapa buku parenting dan bisnis yang saya punya. Bahkan masih ada beberapa buku yang tersegel. Malu sekali rasanya. InsyaAllah, kalo saya sudah bisa mengatur ritme ini dengan baik. Karena bagaimana pun, membaca adalah kesenangan saya.

#Day4
#Tantangan10Hari
#Level5
#Bunda Sayang
#Ibu Profesional
#IIP
#For Things To Change, I Must Change First


- 30 Okt 2018 -


Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Review Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country

Presentasi ke-5 Kelompok 4 Tema / Judul Presentasi : Indonesia Should Not to be a Fatherless Country Fokus pada permasalahan ‘darurat Ayah’, dimana ayah hanya berfungsi sebagai pencari nafkah saja. Fatherless, ketika ayah hanya hadir secara biologis tidak hadir secara psikologis di dalam jiwa anak.  Dampak dari ketidakhadiran ayah dapat membuat : ·        Sex role model anak menjadi kacau ·        Bagi seorang anak wanita akan membuatnya bingung dan tidak tahu harus mencari seorang pria yang seperti apa dalam hidupnya. ·        Hilangnya sisi maskulinitas yang mengajarkan soal ketegasan dan kedisiplinan. Peran Ayah dalam keluarga, 1.        A man of mission and vision 2.        Pensuplai Ego 3.        Pembangun Struktur Berpikir dan Rasionalitas 4.   ...