Skip to main content

Membantu Ayah - Day 6

Hari ini (19 Desember) adalah jadwal keberangkatan YangTi dan YangKung Cilegon untuk menunaikan ibadah haji. Family Project yang tadinya berenang bersama sepupu akhirnya sepakat kami rubah juga yaitu membantu Ayah untuk persiapan haji Eyang. Selain karena Arsyad masih dalam tahapan recovery dari demamnya, juga ternyata berkumpul bersama banyak keluarga itu sungguh memerlukan effort jauuuh lebih banyak daripada sekedar bermain bersama anak. Hehehe

Tugas Ayah hari ini cukup padat karena kedua orang tuanya akan berhaji. Jadi Ibu dan Arsyad bertugas untuk membantu ayah dan memudahkan memennuhi keperluan yang dibutuhkan. Kami sangat berharap Arsyad cukup sehat untuk mengikuti jadwal kami hari ini.

Pagi setelah solat subuh, Ibu dan Arsyad bertugas untuk menjemput para eyang di hotel karena Eyang Cilegon akan berangkat pada pukul 6 pagi dari rumah. Hal yang menjadi favorit saya saat ini adalah bepergian bersama Arsyad naik mobil. Saat kami sama-sama menjadi penumpang, bisa dipastikan Arsyad akan kesana kemari dan sungguh sangat menguras tenaga. hahaha... Tapi lain halnya jika saya menyetir. Arsyad langsung duduk manis, baik di samping sopir maupun duduk sendiri di belakang.

Walaupun hari ini padat jadwalnya, saya tetap memastikan Arsyad tetap beristirahat cukup. Jika memang tidak urgent, saya tidak menawarkan diri untuk mengambil kewajiban/tugas saat di rumah. Karena Arsyad masih butuh istirahat banyak.

Siang harinya kami sekeluarga memutuskan untuk makan siang bersama di luar. Rupanya kegiatan makan bersama ini bisa menjadi family project yang menyenangkan. Kebetulan menu yang kmai pesan cukup beragam, terutama hasil lautnya. Arsyad pun bersemangat dalam memakannya dan kami sebagai orang tua juga bisa langsung mengenalkan nama-nama hewan halal yang bisa kami makan. Selain itu, makan bersama ini juga mengajarkan kepada anak bahwa saat makan kita harus duduk. Jujur, Arsyad terkadang masih suka kesana kemari saat makan. Walaupun tidak heboh gerakannya tapi kami ingin mengajarkan adab makan yang baik.

Malam harinya, kembali Arsyad bertugas menemani saya untuk menjemput para Eyang di Hotel karena akan ada acara pengajian di rumah eyang. Sesampainya di rumah pun Arsyad ingin bersama Ayahnya untuk mengikuti pengajian. Selesai pengajian, kami membersihkan rumah. Si kecil pun tidak mau kalah untuk membantu.

Alhamdulillah hari yang cukup padat ini dilalui dengan menyenangkan dan Arsyad kembali sehat. 

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Fitrah Seksualitas : Latih Kebiasaan Sehari-hari

Penyimpangan bisa saja terjadi karena perilaku sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat memicu perilaku yang tidak semestinya. Mungkin bagi kita hal itu tidak penting, tapi bisa jadi, untuk anak kita atau orang lain yang fitrah seksualitasnya belum berakhir dengan sempurna malah menjadi 'tanda tanya' besar untuknya kelak.  Seperti salah satu kutipan dalam presentasi "Parenting is not about the kids, It's about the parents". Anak adalah peniru ulung, maka sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Terutama dalam kebiasaan sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaannya kelak suatu hari. Saya mulai membiasakan sedari dini pada anak, saat mandi ya harus di kamar mandi, pintu tertutup. Kalo terbuka biasanya saya langsung komentar, "eh, maluuuu... gak pakai baju. Ayo ditutup pintunya."  Paling bikin deg-deg an saat ini adalah karena anak masih super nempel sama saya, padahal ini sudah 1bulan lebih di ruma...

Aliran Rasa - Fitrah Seksualitas

Alhamdulillah, semakin hari anak saya semakin paham akan gendernya. Terlebih lagi dalam pelaksanaan ibadah. Ramadhan kali ini saya sering mengajaknya buka bersama di masjid dekat rumah eyangnya di Jogja. Semakin dia paham kalo sholat laki-laki di shaf laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Alhamdulillah dia sendiri yang meminta saat sholat akan dimulai, dia mencari eyang papinya dan berkata, "Arsyad sholat sama eyang papi. Ibu sholat sama eyang mami." Masya Allah... Kami orang tua hanya bisa berikhtiar. Segala kemudahan ini datangnya dari Allah semata.

Fitrah Seksualitas : Peran Ayah Penting!

Peran Ayah Penting! Akibat saya selalu 24jam bersama anak terus, maka kehadiran sosok Ayah sangat dibutuhkan. Terutama anak saya pertama laki-laki. Khawatir jelas saat anak harus selalu melihat Ibunya berdandan sebelum pergi. Selalu bertanya, "ini apa?" "itu apa?" "Arsyad mau Ibu". Kalimat ini sering muncul dikala saya sedang berdandan. Kalo ada Ayahnya bisa ada pengalihan isu dengan cepat seperti ayahnya mengajak berkegiatan dulu disaat menunggu Ibu berdandan. Tapi jika tidak ada Ayahnya, ini yang saya takutkan. Karena itulah saya juga tidak pernah berdandan terlalu lama. Biasanya 5 menit juga sudah selesai karena hanya pakai pelembab, bedak, lipstik.  Peran Ayah Penting! Terutama jika Ayah aktif bekerja di luar rumah dan jarang bertatap muka dengan anak. Apalagi jika orang tua dalam keadaan LDR (seperti keadaan saya saat ini karena sedang menunggu munculnya gelombang cinta dari anak ke 2, insyaAllah). Karena itulah, disaat Ayahnya sedang ada did...